Senin, 02 Maret 2015



WAJOKU BERTASBIH
Karya Findi Pahlawan

Dalam hamparan hijau yang luas
Menghibur hati yang garau
Mewarnai hidup dengan elokmu
Sudah terlihat diufuk barat
Dia datang membawa embun
Mempersembahkan sejuta harapan
Dialah wajo cinta engkau
Semuanya ada pada dia
Lembaran lontar berisikan patokan
Hidup dalam hilir katanya
Pernakah engkau berpifikir dia hilang di tengah gurun?
Engkau tak akan pernah ini ada
Sungai yang mengalir
Menghanyutkan mawar ke seberang sana
Sawah yang luas mendambakan impian sang petani
Budayaku tak akan terseret oleh ganasnya kehidupan
Wajo kebanggan semua insan yang bersatu
Bersatu untukmu selamanya
Wajo beratasbih di atas semesta
Memberi senyuman indah di pagi hari
Semua ini adalah milikmu
Tak mungkin yang lain akan merebutnya
Serumpun padi bersemayan di wajahmu
Engkau bangga akan itu
Perisai emas ditanganmu
Takkan lepas dari ngenggamanmu
104 tahun engkau ada
Engkau tetap ada walaupu aku telah tiada
Segelitir Debu
Karya Findy Pahlawan
 

Dalam terpahan angin yang berhembus
Menerpa bintang yang bersinar
Ditelan malam yang sunyi
Burung berkicau ditengah malam
Saduan lilin tak bercahaya
Ingin aku mencari jalan
Bunga nan indah tengah layu
Terbuai angin malam yang tak bersahaja
Desir pasir berguram mengundang ombak
Jalan demi jalan kutelusuri
Hanya dibalik bulan yang putih aku bertedu
Merpati putih telah pergi
Menerbankan surat untuk disana
Cerita tertulis di atas lontar
Inikah dia bintang tak bersinar
Dalam buaian bunda tak besatu
  Bercerita dibalik awan
 mengiris buah tak matang
kuhanya segelitir bedu yang tak mampu
engkau pandang dengan sebelah mata
disaat sungai mengalir dari atas
disaat itulah burung-burung pemansa berkicau
tak pandang tali ikatan yang mengikat
apakah hatinya batuh?
Segelitir debu tak berharga
Diam di ufuk barat
Menanti cahaya yang terang
Menati hujan turun membasahi ladang

Semuanya ada jika engkau hadir

Rabu, 17 September 2014

puisi perjuangan



PERJUANGAN HIDUP
Karya Fendi Pahlawan

Ditempat inilah aku menatap
Ditempat inilah aku berpijak
Ditempat inilah aku menanti
Ditempat inilah aku berjuang
kugantungkan cita-citaku setinggih langit

Hati merintih
Air mata menetes
Keringat bercucuran
Demi menggapai bintang yang bersinar terang

Detik demi detik telah kulalui dengan berbagi rintangan
Langkah demi langkah ku berpijak di dunia ini dengan penuh harapan
Akankah semua itu dapat kugapai, kuraih, kupegang, kugenggam
Dengan jari-jemari yang lemah ini

tubuh ini bagikan segelitir debuh yang tak mampu menahan terpahan angin
tubuh ini bagaikan busa air yang tak mampu menahan aliran air
Tubuh ini lemah,tubuh ini lemas
Tapi hati  ini kuat, hati ini bisa, hati  ini  mampu berjuang

Ya…. Tuhan......
dengan menyebut namamu
Berilah kekuatan pada tubuh ini
Untuk tetap tangguh dalam menghadapi segenap cobaan
Yang telah engkau takdirkan kepadaku

Saat ini aku terbaring
Tapi aku bangkit demi cita-citaku
Sungguh tubuh ini telah terbagun dari kelelapan malam
Untuk menopang cita-cita bagaikan gunung pencakar langit

Kini aku telah merangkai,mengais sebuah kesukseesan
Dengan jiwa yang tegar dibaluti dengan keyakinan
Dari lubuk hati yang dalamku ini berkata
Aku pasti bisa.. aku pasti bisa..menghancurkan bongkahan batu yang membentangiku

Walau badai menerpa, walau ombak menghambar
Tapi itu semua tidak lagi menjadi penghalang bagiku
Untuk memperjuangkan hidup ini 
Ke jalan yang penuh dengan naungan angin yang meliuk-liukkan kesuksesan